Kenapa Saya Shalat?

Home Forum Renungan Kenapa Saya Shalat?

Topik ini mengandung 0 balasan, memiliki 1 suara, dan terakhir diperbarui oleh  ixplain 2 bulan, 1 minggu yang lalu.

Melihat 1 tulisan (dari total 1)
  • Penulis
    Tulisan-tulisan
  • #1577

    ixplain
    Keymaster

    Jawabnya menurut syariat Islam itu adalah perintah yang tidak ada kompromi, harus dikerjakan tanpa ada alasan apapun untuk tidak mengerjakannya, meskipun anda sedang sakit dan terbaring.

    Kewajiban shalat bisa dibatalkan hanya kepada orang yang lupa ingatan dan orang mati. Jika anda tidak termasuk kedalam salah satu dari dua kriteria itu, maka tidak ada alasan untuk tidak shalat.

    Selain karena perintah yang super ketat dan mengikat dengan ancaman dosa yang akan membawa pelakunya ke neraka, bagi saya shalat lebih dari itu, ialah kebutuhan bathin saya akan berkomunikasi kepada Tuhan.

    Ini bukan berarti saya tidak takut dosa atau neraka, tapi rasanya aneh jika berhubungan kepada Tuhan didasari rasa takut. Bagaimana bisa berkomunikasi dengan baik jika kita menghadapNya dalam keadaan serba ketakutan.

    Namun karena saya ingin memiliki hubungan dengan Tuhan saya dengan cara yang yang membuat saya nyaman dan lebih ketagihan untuk terus berhubungan denganNya maka saya menjadikan “kebutuhan” sebagai dasar untuk beribadah kepada Allah Ta’ala.

    Namun jika takut yang saya rasa, maka rasanya seperti beban setiap kali datangnya waktu shalat. Bayangkan jika anda amat takut terhadap atasan anda. Maka setiap kali anda bersamanya rasanya seperti duduk diatas bara api saja.

    Berbeda jika anda mendasari hubungan dengan atasan anda dengan rasa butuh, senang, dan lepas maka waktu terasa menyenangkan.

    Itulah yang membuat saya terus shalat, karena kebutuhan untuk terus berhubungan dengan Allah sebagai Tuhan saya, saya merasa senang dan lepas kita melakukannya nyaris tanpa beban.

    Jika anda mendasari ibadah anda karena butuh, maka lebih menyenangkan serasa tiada beban. Seperti halnya anda butuh makan, apakah anda merasa terbebani untuk makan? Tentu tidak, karena anda membutuhkannya. Begitupun saat ingin mandi, minum dan sebagainya.

    Jadi saya shalat karena saya butuh kepada Allah untuk berkomunikasi, namun bukan komunikasi yang didasari pada ketakutan dan beban. Namun komunikasi menyenangkan yang didasari oleh kebutuhan.

Melihat 1 tulisan (dari total 1)

Anda harus log masuk untuk membalas topik ini.